Kebenaran mengikuti ajaran Ahlul Bait
Dalam sebuah majlis yang cukup ramai dan dihadiri oleh ulama Ahlu Sunah dan Syiah, salah seorang dari ulama Ahlu Sunah bertanya kepada seorang alim Syiah, “Jika kita disuruh untuk memilih satu di antara lima madzhab (Hanafi, Hanbali, Maliki, Syafi’i dan Ja’fari), manakah yang harus kita pilih?”
Alim Syiah menjawab, “Jika kita mau jujur kepada diri sendiri, kita memilih madzhab Ja’fari. Karena madzhab Ja’fari berasal dari ajaran Imam Ja’far Shadqi as dan Ahlul Bait nabi as. Apa yang diajarkan oleh Imam Ja’far Shadiq as pasti berasal dari Al Qur’an dan sunah nabi, dan beliau lebih faham tentang keduanya. Karena beliau adalah bagian dari Ahlul Bait, yakni penghuni rumah; dan penghuni rumah lebih faham apa yang ada di dalam rumah ketimbang orang lain.”
Syaikh Mahmud Syaltut, seorang mufti bersejarah dan dosen agung Universitas Al Ahzhar Mesir, pada tahun 1379 H. secara resmi mengeluarkan fatwa yang dicetak dalam majalah Risalatul Islam Darul Taqrib Mesir. Isi fatwanya adalah:
“Sesungguhnya Madzhab Ja’fari, yang dikenal dengan Syiah Itsna Asyariah (Syiah 12 Imam) adalah madzhab yang sah secara Syar’i, dan dapat dipilih sebagaimana Ahlu Sunnah. Oleh karena itu selayaknya umat Islam memahami hal ini, meninggalkan fanatisme terhadap madzhab masing-masing. Semua ulama madhzab-madzhab ini adalah mujtahid dan fatwa mereka diterima di sisi Allah. Orang yang bukan mujtahid dapat mengikuti mereka (para mujtahid), dan mengamalkan fatwa-fatwanya. Dalam hal ini pun tidak ada bedanya baik dalam masalah ibadah maupun mu’amalah.”[1]
Para ulama besar Ahlu Sunah seperti Muhammad Fakham seorang mantan dosen Universitas Al Azhar, Abdurrahman An Najjari pengurus masjid-masjid Kairo, Abdul Fattah Abdul Maqsud seorang dosen dan penulis terkenal Mesir, semuanya membenarkan fatwa Syaikh Mahmud Syaltut.
Muhammad Fakham berkata, “Saat ini juga kami berfatwa berdasarkan fatwa Syaikh Syaltut. Yakni kami tidak membatasi diri hanya pada empat madzhab Ahlu Sunah. Syaikh Syaltut adalah seorang imam dan mujtahid; pemikiran dan pendapatnya bagaikan kebenaran dan hakikat.”
Abdul Fattah Abdul Maqsud juga berkata, “Madzhab Syiah Itsna Asyariah dapat dijadikan madzhab yang sebaris dengan madzhab-madzhab Ahlu Sunah. Tidak ada salahnya bagi siapapun untuk memeluk madzhab Syiah, madzhab yang berasal dari Ali bin Abi Thalib, seorang yang paling alim setelah nabi dalam Islam.”[2]
[1] Seratus Satu Perdebatan, Muhammad Muhammadi Isytihardi, halaman 346.
[2] Fi Sabilil Wahdatil Islamiyah, Sayid Murtadha Ar Radhawi, halaman 52, 54 dan 55.
Tulisan yang mungkin berkaitan:















































