Kedudukan Imam Ali as dan Masalah Wahyu

by Hauzah Maya on February 20, 2012

Kedudukan Imam Ali as dan Masalah Wahyu

Saat itu masjid penuh sekali dengan para jama’ah. Seorang alim sedang berceramah mengenai keagungan dan kedudukan Imam Ali as. Ia menukilkan sebuah riwayat yang berbunyi: Pada suatu hari Rasulullah saw meminta air. Saat itu Imam Ali as, Fathimah as, Hasan as dan Husain as ada bersamanya. Tak lama kemudian air dibawakan untuk beliau. Rasulullah saw mulanya memberikan kepada Hasan as, lalu Husain as, kemudian putrinya, Fathimah Zahra as. Saat mereka bertiga meminum air, beliau berkata: “Bersyukur dan nikmatilah air segar ini.” Setelah itu beliau memberikan air kepada Imam Ali as, beliau berkata: “Bersyukur dan nikmatilah air segar ini, wahai wali-ku, hujjah-ku atas umatku.” Lalu Rasulullah saw bersujud dan bersyukur. Fathimah Zahra as bertanya kepada ayahnya, “Apa rahasia sujudmu?” Rasulullah saw menjawab, “Saat aku memberikan air kepada kalian bertiga, aku mendengar para malaikat mengatakan apa yang aku katakan pada kalian saat itu. Namun saat aku memberikan air kepada Ali, aku mendengar Tuhan sendiri yang mengatakan apa yang aku katakan kepadanya waktu itu. Oleh karena itu aku bersyukur pada-Nya atas segala nikmat.[1]

Saat itu seseorang berdiri dan bertanya, “Memangnya Tuhan punya suara sehingga Rasulullah saw sampai bisa mendengar-Nya?”

Alim menjawab, “Tuhan dapat menciptakan suara di dalam ruang dan tempat, lalu nabi-Nya dapat mendengarnya. Penjelasannya begini, komunikasi antara Tuhan dengan nabi-nabi-Nya terjadi dengan tiga cara:

1. Menyampaikan pemahaman ke dalam hati. Kebanyakan para nabi berhubungan dengan Tuhannya dengan cara ini.

2. Melalui perantara Jibril, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al Baqarah, ayat 97.

3. Dari balik tirai, dengan cara mewujudkan suara. Sebagaimana Allah swt berbicara dengan nabi Musa as di bukit Tur, dengan mewujudkan suara yang dapat didengar nabi-Nya.[2]

“Aku minta maaf, aku kira hanya ada satu macam wahyu saja.” Kata penanya. Lalu ia bertanya lagi, “Namun masih ada pertanyaan lainnya, apakah selain ayat-ayat Al Qur’an, ada lagi yang diwahyukan kepada nabi?”

Alim menjawab, “Ya, selain Al Qur’an ada yang lainnya. Misalnya mengenai hukum-hukum Syariat, semuanya berdasarkan wahyu. Dalam Islam, nabi tidak pernah mengucapkan apapun selain wahyu. Sebagaimana yang disebutkan dalam surah An Najm ayat 2: “Dan ia tidak berbicara kecuali itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.”



[1] Biharul Anwar jilid 76 halaman 57.

[2] Surah An Nisa’, ayat 164; Surah Thaha, ayat 11 dan 12; Surah Asy Syura, ayat 51.

Tulisan yang mungkin berkaitan:

  1. Apakah kedudukan Imam lebih tinggi dari nabi?
  2. Apakah manusia sudah tidak membutuhkan wahyu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>