Al Qur’an terlindung dari perubahan dan tahrif

by Hauzah Maya on February 20, 2012

Al Qur'an terlindung dari perubahan dan tahrif

Tanya: Apa pendapat anda mengenai keterlindungan Al-Qur’an dari perubahan dan tahrif? Karena beberapa tahun yang lalu ada seorang ulama Syiah yang pernah menulis sebuah buku mengenai tahrif dan kitab tersebut lalu dicetak di kota Najaf. Kini tolong anda jelaskan bagaimana kita memberikan jawaban-jawaban yang benar kepada orang-orang yang bertentangan dengan permasalahan ini? Dan bagaimana caranya kita menolak beberapa riwayat yang telah dibawakan di buku tersebut?

Jawab: Banyak sekali riwayat dan hadis yang sampai ke tangan kita baik dari jalan yang umum atau khusus yang telah menjelaskan permasalahan tahrif Al-Qur’an dan sebagian dari para ahli riwayat mempercayai kebenaran riwayat-riwayat tersebut. Akan tetapi perlu digaris bawahi bahwa jika kita juga membenarkan riwayat-riwayat tersebut (riwayat-riwayat yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an dapat diselewengkan dan di-tahrif), maka artinya kita telah menetapkan ketidak-benaran riwayat-riwayat yang telah kita yakini kebenarannya itu. Karena riwayat atau hadis seorang imam, dapat kita terima dan kita percayai kebenarannya karena kita telah mendengar bahwa sering kali Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk menerima kata-kata para imam. Dengan alasan inilah kita dapat menerima riwayat-riwayat yang datang dari para imam As. Adapun ucapan, hadis dan riwayat-riwayat yang bersumber dari nabi, kita bersedia menerima dan mempercayai kebenarannya dengan alasan banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan bahwa ucapan-ucapan nabi harus diterima dan kita imani. Oleh karena itu kita bersedia menerima ucapan-ucapan nabi. Dengan demikian, jika seandainya saja kita mempercayai kebenaran beberapa riwayat yang menerangkan bahwa Al-Qur’an telah mengalami penyelewengan, maka artinya kita tidak bisa mempercayai kebenaran-kebenaran riwayat yang sebelumnya kita yakini kebenarannya itu. Alasannya, karena mungkin saja riwayat tersebut telah dirubah dan di-tahrif oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena jika kita telah beranggapan bahwa Al-Qur’an telah mengalami perubahan, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bisa jadi ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk mempercayai ucapan-ucapan nabi adalah ayat-ayat yang telah mengalami perubahan dan tahrif. Oleh karenanya kita tidak layak untuk bersedia menerima ucapan-ucapan nabi. Karena kita tidak bersedia menerima ucapan-ucapan nabi, maka kita juga tidak layak untuk menerima ucapan-ucapan para imam setelahnya. Ketika kita tidak bersedia menerima ucapan-ucapan para imam, maka kita tidak layak untuk mempercayai bahwa ucapan-ucapan yang telah diucapkan para imam As mengenai perubahan Al-Qur’an adalah ucapan dan hadis yang benar. Oleh karena itu, kita tidak dapat mempercayai adanya perubahan dan tahrif Al-Qur’an.

 

Dari buku Islam, Dunia dan Manusia, karya Allamah Thabathabai

 

Tulisan yang mungkin berkaitan:

  1. Syiah tidak meyakini “tahrif”
  2. Bahasa al-Quran versi al-Quran
  3. Imamah dalam Al Quran
  4. Nabi Muhammad saw dalam Al Quran
  5. Apakah kedudukan Imam lebih tinggi dari nabi?
  6. Sebagian dari “kebanggaan” Syiah dalam sejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>