Kepergian Imam Hasan Askari as
Tahun 260 H., tanggal 8 Rabiul Awal adalah hari dimana Imam ke-11 umat Syiah pergi meninggalkan dunia fana, dalam usia 28 tahun. Ia dimakamkan di sisi makam ayahnya di Samara, setelah kesakitan karena racun yang telah dituang oleh antek-antek Mu’tamid, khalifah Bani Abbas.
Untuk mengenang beliau di sini akan disebutkan sedikit cerita tentangnya:
Pada suatu hari, dua orang dari orang-orang bengis penjaga penjara pemerintah saat itu ditugaskan untuk mengawasi Imam Askari yang sedang ditahan. Namun tiba-tiba semua orang melihat kedua orang tersebut telah berubah menjadi orang yang selalu shalat dan berpuasa. Akhirnya mereka berdua dipanggil dan diintrogasi: “Kenapa kalian malah menjadi pengikut Hasan Askari?” Mereka seraya mengakui keagungan Imam Askari as menjawab, “Ia adalah orang yang berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari hingga pagi.”
Meskipun Imam Askari as terus diawasi oleh pemerintah agar tidak beraktifitas politik, namun Imam tidak pernah kehabisan cara. Ada saja yang beliau lakukan dalam membangun jaringan dengan sahabat-sahabatnya untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang kenyataan dan kebenaran, serta Islam yang sesungguhnya. Oleh karena itu khalifah tidak pernah bisa tenang dengan keberadaan Imam Askari as.
Oleh karenanya, sebagaimana imam-imam sebelumnya, beliau pun menjadi korban kejahatan pemerintah zalim saat itu; beliau diracun sampai seluruh tubuhnya kesakitan. Pada akhirnya setelah shalat subuh tanggal 8 hari Jum’at Rabi’ul Awwal 260 H. beliau meninggal dunia menyusul datuk-datuknya.
http://rasekhoon.net
Sepertinya tak ada tulisan lain yang berkaitan dengan ini.
















































